Sistemnews.com KAB. KARAWANG – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pulokalapa periode 2026–2034, tensi politik di tingkat akar rumput mulai menghangat. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, salah satu tokoh masyarakat berpengaruh dari lingkungan Krajan III dan IV, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Sutiyadi, secara resmi memunculkan diri dan menentukan sikap politiknya.
Secara terbuka, H. Sutiyadi menyatakan dukungannya yang solid kepada Entis Sutisna untuk memimpin Desa Pulokalapa selama delapan tahun ke depan. Dukungan ini bukanlah hal baru. Sutiyadi tercatat sebagai loyalis sejati yang telah mengawal perjuangan Entis sejak sang calon pertama kali melangkah ke arena kontestasi Pilkades pada tahun 1999 silam.
Kini, saat Entis kembali mencalonkan diri, Sutiyadi mengaku merasa semakin mantap dan tanpa ragu berada di barisan terdepan pemenangan.
Chemistry dan Misi Merawat Makam Syekh Quro Pulobata
Bukan tanpa alasan H. Sutiyadi melabuhkan pilihan politiknya. Ia menegaskan adanya chemistry atau ikatan emosional dan kesamaan visi yang kuat dengan Entis Sutisna, terutama dalam hal pelestarian situs religi bersejarah. Keduanya sama-sama memiliki komitmen besar untuk merawat dan membenahi area Makam Keramat Syekh Quro Pulobata.
Bagi H. Sutiyadi, Makam Syekh Quro bukan sekadar aset desa, melainkan warisan peradaban dan spiritual yang harus dijaga kehormatannya. Ia menilai, dari seluruh figur yang ada, hanya Entis Sutisna yang memiliki kapabilitas serta ketulusan untuk membenahi kondisi Pulobata agar menjadi lebih baik, tertata, dan dihormati.
“Sudah saatnya saya muncul dan menentukan sikap politik secara terang-terangan. Waktu pemilihan sudah sangat dekat, dan kita tidak boleh salah memilih pemimpin,” ujar H. Sutiyadi saat ditemui di kediamannya, Sabtu (3/10/2026).
Menggugah untuk Warga Pulokalapa
Demi menggerakkan hati nurani warga Desa Pulokalapa, Sutiyadi memberikan sebuah seruan mendalam yang menggugah kesadaran bersama:
“Pulokalapa ini tanah leluhur yang berkah, dan di dalamnya ada Pulobata, tempat bersemayamnya waliyullah Syekh Quro yang harus kita muliakan. Menjaga Pulobata bukan sekadar urusan membangun fisik, tapi urusan menjaga kehormatan desa dan mengetuk pintu berkah langit untuk anak cucu kita. Saya tahu persis sejak tahun 1999, hati Pak Entis Sutisna ada di sana. Jangan biarkan momentum perubahan ini lewat begitu saja. Mari bersatu, bulatkan tekad, dan coblos Entis Sutisna demi Pulokalapa yang lebih maju, religius, dan bermartabat!,” pungkas H. Sutiyadi.
(Tim/Red)


