Sistemnews.com KAB. KARAWANG, — Dalam upaya membantu anggota keluarganya setelah meninggal dunia, maka sebagian besar umat Islam di Indonesia melaksanakan tradisi pembacaan doa atau dikenal dengan istilah Tahlilan.
Tahlilan ini sendiri berlangsung beberapa hari, tergantung kemampuan dari keluarga yang meninggal dunia. Ada yang hanya 3 kali, 7 kali bahkan ada yang sampai 40 kali.

Salah satu umat Islam yang melakukan ritual itu adalah Ahmadi Azis. Jamaah Masjid Jamie An-nur di Tanjungbungin ini, melaksanakan acara Tahlilan malam Ke-7 meninggalnya (Alm) Yayat Martin Bin H. Suhaemi, yang merupakan kakak kandung tercintanya.
Acara yang dilakukan dikediamannya Dusun Kedawung, Desa Tanjungbungin, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang setelah sholat isya tersebut, dihadiri oleh jamaah Masjid Jamie An-nur, serta masyarakat sekitar, pada Minggu (4/10/2026) malam.
Nampak hadir dalam acara ini, Aparatur Pemerintah Desa Tanjungbungin, Tanjungmekar, Staf Kecamatan Pakisjaya, dan banyak lagi. “Acara dipandu langsung oleh ustad Edi Holili.

Ustad Edi Holili, yang mewakili keluarga besar Almarhum, dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para jamaah tahlil dan tadzkir, yang hadir mengikuti acara ini.
“Terimakasih atas kehadiran para guru, para assatidz, dan jamaah yang menyempatkan diri untuk hadir di acara ini, meski sebagian besar terlihat lelah sisa beraktifitas di siang hari,” ujarnya.
Dia juga berharap semoga kehadiran para guru dan jamaah yang mengikuti acara ini, bisa menjadikan wasilah diampuni nya dosa (Alm) Yayat Martin Bin H. Suhaemi mendapatkan kehidupan yang lebih baik di alam kuburnya.

Selain daripada pembacaan Yasin dan Tahlil, serta Dzikir yang dipimpin oleh, Ustad H. Ahmad Dasuki, acara juga diisi dengan tausiyah agama oleh Ustad Anwar Musadad.
Di penghujung acara ditutup dengan doa dan dibacakan oleh, Ustad Ahmad Tajidin, acara dilanjutkan dengan ramah tamah.
(D-Hunter)


